Mengulas Esai Kecerdasan Buatan 300 Kata

Bangku sekolah hingga kuliah kerap memberi tugas pada peserta didiknya untuk membuat sebuah jenis tulisan. Salah satunya adalah esai. Kerap menjadi tugas dan terdapat perlombaan, esai kecerdasan buatan 300 kata dapat melatih kemampuan menulis dan mengembangkan pengetahuan murid.

Apa Itu Esai?

Seorang pakar bernama Dalman pada tahun 2011 mengatakan bahwa esai adalah sebuah jenis tulisan yang menggambarkan berbagai opini dari penulis mengenai suatu subjek tertentu. Di dalam tulisan tersebut penulis akan berusaha memberi nilai tentang subjek.

Pakar lain pada tahun 2012 bernama Wijayanti menjelaskan bahwa esai yang merupakan karya tulis ilmiah adalah tulisan dengan isi sebagai penyampaian suatu kejadian. Kejadian tersebut bisa berupa fakta maupun pengalaman yang terjadi di lingkungan atau masyarakat.

Terdapat definisi esai secara umum yaitu sebuah karya tulis ilmiah dengan hasil berupa rangkaian fakta. Fakta tersebut berasal dari gejala, hasil pemikiran, pendapat, dan gagasan peristiwa. Di dalam penyusunannya, terdapat sistematika khusus sesuai aturan dan secara konseptual.

Ciri Ciri Esai

Salah satu jenis karya ilmiah ini mempunyai beberapa ciri khas sehingga mudah membedakannya dengan karya tulis ilmiah yang lain. Tentunya bagi penyusun esai juga harus memenuhi beberapa ciri di bawah ini, ya.

1.      Berupa Prosa

Ciri esai pertama yaitu adanya bentuk prosa di dalam tulisan. Artinya adalah dalam tulisan terdapat komunikasi dalam bentuk biasa. Maka dari itu tidak akan ada esai dengan penggunaan ungkapan maupun bahasa dengan sifat figuratif

Baca Juga :  Teknologi Jaringan 5G Sudah Di Depan Mata, Apa Gunanya?

Biasanya, penulis esai mempunyai gaya penyampaian dengan sifat khas sehingga menjadikan esai tulisan yang unik. Dengan gaya khas tersebut hasil esai antar penulis akan berbeda dan mudah dalam membedakannya. Tapi hal itu bisa berbentuk alami mengingat susunannya berbentuk prosa.

2.      Tidak Utuh

Untuk penyusunan esai karya tulis ilmiah, penulis hanya akan fokus pada bahasan menarik pada sebuah subjek ataupun objek. Maka dari itu esai tidak mempunyai bentuk isi yang utuh karena hanya menjelaskan suatu bagian menarik dan penting di mata penulisnya saja.

Meski dalam penulisannya sang penyusun tidak menjelaskan secara detail tentang subjek dan objek, tapi hasil tulisan harus tetap memenuhi kriteria penulisan. Struktur penulisan esai terdapat beberapa bagian seperti pendahuluan, isi, dan akhir atau pengakhiran

3.      Singkat

Jenis tulisan esai merupakan karya tulis yang singkat karena hanya terdiri dari beberapa lembar saja. Bahkan kebanyakan tidak lebih dari satu halaman. Maka dari itu pembaca tidak perlu meluangkan terlalu banyak waktu untuk membacanya.

Setiap penulis mempunyai ciri khas mereka dalam penulisan esai. Tentunya setiap penulis mempunyai gaya mereka tentang sikap, dugaan, pemikiran, hingga pandangan terhadap suatu topik yang sedang mereka bahas.

Jenis Esai

Esai adalah jenis tulisan yang masuk ke dalam tulisan ilmiah. Tentunya dalam proses penyusunannya penulis harus mengikuti kaidah sesuai ketentuan. Ada beberapa jenis dari esai, antara lain adalah sebagai berikut:

1.      Esai Deskriptif

Jenis esai pertama adalah esai deskriptif. Esai satu ini mengandung cara pandang dan pendapat penulis terkait objek maupun subjek tulisan. Gaya penyampaian penulis dalam menyusun esai deskriptif adalah dengan penjelasan secara detail.

Kelebihan dari jenis esai ini adalah ketika pembaca menyusuri isinya, mereka akan dapat menggambarkan sifat, bentuk, dan apapun dari objek di dalam bahasan esai. Hal tersebut karena penjelasan di dalam esai deskriptif sangat detail.

Baca Juga :  Contoh Kecerdasan Buatan

2.      Esai Tajuk

Beberapa merk populer surat kabar mempunyai kolom tajuk. Di dalam kolom tersebut berisi suatu esai berjenis tajuk. Jenis esai ini memiliki sebuah fungsi khusus, yaitu dapat memberi gambaran mengenai sikap atau pandangan media kepada isu dan topik di antara masyarakat.

Jenis esai tajuk merupakan tulisan praktis yang pada perkembangannya menjadi suatu kewajiban untuk publish di berbagai media cetak seperti majalah atau surat kabar. Fungsi dari esai tajuk adalah membantu pembentukan opini pembaca mengenai suatu isu hangat yang tengah beredar.

3.      Esai Watak

Jenis esai berikutnya yaitu esai cukilan watak. Esai satu ini memberi hak kepada penulis terkait kebebasan memaparkan berbagai segi kehidupan seseorang. Tak jarang beberapa penulis bahkan menggunakan kisah pribadi kehidupan mereka untuk menjadi bahan penulisan esai.

Bagi pembaca esai cukilan watak, mereka akan memahami penilaian dari sudut pandang penulis mengenai seseorang di dalam tulisannya. Tapi, penyusun esai cukilan watak tidak menuangkan sebuah biografi karena hanya sebagian kecil pengalaman dan peristiwa yang mereka ambil ke dalam esai.

4.      Esai Pribadi

Esai pribadi memiliki nama lain yaitu personal essay. Jenis esai ini akan penyusun tulis mengenai pengalaman maupun kegiatan pribadi mereka. Jadi, isi di dalam esai pribadi adalah tentang diri penulis sendiri, entah sebagian kecil pengalaman maupun peristiwa.

Ada sebuah ciri unik dari jenis esai pribadi dimana dalam tulisan akan terdapat penyebutan “saya” yang mengacu pada diri penulis sendiri. Tentunya hal itu sesuai dengan nama jenis esai. Pembaca akan menangkap isi tulisan dan menyimpulkan serta menarik hikmah di balik esai tersebut.

5.      Esai Kritik

Jenis  esai kecerdasan buatan 300 kata berikutnya adalah esai kritik. Esai ini akan menuangkan pandangan pribadi dari penulis terkait sebuah seni. Biasanya seni yang mereka bahas adalah seni tradisional. Namun tetap ada kemungkinan untuk mengambil seni modern atau kontemporer.

Baca Juga :  Icon Artificial Intelligence, Apa Fungsinya?

Bernama esai kritik karena di dalam tulisan akan terdapat beberapa kritikan mengenai seni. Namun tentu tidak memakai bahasa yang menyinggung secara keras. Penyampaiannya tetap menggunakan bahasa mudah dipahami dan jelas.

Inilah Contoh Esai Kecerdasan Buatan 300 Kata

Adanya penulisan karya tulis ilmiah berjenis esai membuat banyak instansi mengadakan perlombaan. Manfaatnya adalah meningkatkan kemampuan menulis peserta didik serta kreativitas mereka. Berikut ini beberapa contoh penulisan esai dalam lomba APF 2022

1.      Hadapi Atau Tereliminasi

Memenangkan juara kedua, Purnama Sari yang merupakan mahasiswa Institut Teknologi Bandung menulis sebuah esai berjudul “Artificial Intelligence di Era Modern: Hadapi Atau Tereliminasi”. Masalah yang ia angkat adalah mengenai banyaknya calon pekerja tidak mempunyai skill memadai.

Purnama Sari juga menjelaskan ada hal yang perlu diperbaiki untuk menjalani industri 4.0. Pertama, kolaborasi merupakan sebuah hal penting. Kedua, kreativitas untuk berinovasi menjadi kunci pada era saat ini. dan yang ketiga adalah jiwa wirausaha untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

2.      Pondasi Masyarakat Modern

Esai dengan judul Revolusi Mental Demi Menghadapi Artificial Intelligence (AI) Membentuk Pondasi Masyarakat Modern berhasil memenangkan juara pertama lomba esai APF tahun 2020. Sang penulis, Ridho, merupakan seorang mahasiswa dari Universitas Diponegoro.

Dalam tulisannya, Ridho memaparkan mengenai revolusi mental dengan sifat universalnya. Hadirnya kecerdasan buatan juga membuat masyarakat harus terus menyesuaikan diri pada perkembangan teknologi. Maka dari itu perlunya perubahan sikap, pikiran, cara pandang, dan perilaku masyarakat.

Nah, itu dia beberapa penjelasan dari techsbright.com terkait esai kecerdasan buatan 300 kata beserta ringkasan dari beberapa contoh tulisan yang memenangkan lomba. Penulisan esai akan melatih jiwa kreativitas dan kepenulisan dari penyusunnya.

Leave a Comment