Cara Membangun Branding Pribadi yang Kuat di LinkedIn

Cara Membangun Branding Pribadi yang Kuat di LinkedIn

Mochamad Ikhwana

Memasuki dunia pekerjaan di era digital, membangun branding pribadi yang kuat di LinkedIn menjadi satu di antara cara yang bisa Anda lakukan. Pada dasarnya, branding mengacu pada reputasi yang membedakan Anda dengan orang lain, bisa meliputi nama, desain, simbol, dan lainnya. Karena setiap orang memiliki pandangan yang berbeda, tentu Anda akan berupaya untuk membuat pandangan yang bagus di mata orang.

Pernahkah Anda membayangkan betapa pentingnya personal branding yang kuat? Begini, bayangkan saja Anda melamar pekerjaan dan pihak perekrut melakukan riset – misalnya secara online – untuk mengetahui tentang diri Anda. Tentu saja, Anda tidak ingin ada hasil yang dapat merugikan Anda, bukan? Untuk itu, Anda sudah selayaknya membangun branding pribadi yang bersifat positif.

LinkedIn merupakan satu di antara website maupun aplikasi yang menjadi sarana mencari pekerjaan di era digital ini. Ketika Anda melamar pekerjaan melalui aplikasi itu, tentu Anda butuh citra yang baik, sehingga pihak perekrut tertarik untuk memanggil Anda. Penasaran? Simak penjelasan tentang membangun branding pribadi di LinkedIn di bawah ini.

Membangun Branding Pribadi

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai cara membut personal branding yang kuat di LinkedIn, Anda bisa mencoba untuk memperkuat citra secara pribadi terlebih dahulu. Dalam hal ini, cara membuat branding pribadi yang kuat meliputi:

1. Identifikasi nilai personal

Setiap orang akan memegang teguh nilai-nilai personal yang mereka miliki dalam hidupnya. Nilai personal inilah yang nantinya akan memandu Anda dalam menjalani kehidupan, terutama ketika Anda mengambil keputusan, termasuk dalam hal pekerjaan. Ada beberapa nilai-nilai personal yang menjadi prioritas, miisalnya mengutamakan ambisi pribadi, mengutamakan keluarga, atau mengutamakan intelegensi sebagai nilai-nilai kehidupan.

Nilai-nilai personal yang Anda miliki akan mempresentasikan hal-hal terpenting mengenai Anda. Secara tidak langsung, nilai-nilai personal juga terpancar dalam kehidupan sehari-hari, sehingga akan menjadi personal branding.

Sejatinya, tidak ada batasan tertent mengenai berapa banyak nilai personal yang orang miliki. Namun dalam prosesnya, Anda harus mempetimbangkan hal-hal yang membuat Anda nyaman dan bahagia, termasuk orang-orang, lingkungan, dan situasi. Mengidentifikasi nilai personal dengan tepat akan membuat Anda bisa menciptakan branding pribadi yang kuat.

2. Membuat website atau blog

Di era digital, langkah personal branding yang bisa Anda lakukan di antaranya dengan membuat website atau blog.  Perkenalkan diri Anda melalui laman yang telah Anda buat untuk meningkatkan branding pribadi. Di sana, Anda bisa menuliskan pemikiran Anda, hingga menceritakan aktivitas Anda sehari-hari sehingga dikenal banyak orang.

Suka tidak suka, memperkenalkan diri melalui website atau blog dapat membantu Anda untuk muncul dalam pencarian teratas di internet. Ketika Anda mencoba mencari pekerjaan melalui LinkedIn, Anda bisa melampirkan laman Anda, di mana Anda bisa mengisi bio singkat tentang diri Anda, resume, hingga laman menuju media sosial Anda.

3. Evaluasi online presence Anda

Dalam era teknologi ini, ranah online menjadi satu di antara yang bisa mengabadikan diri. Anda harus ingat, jejak digital bisa menjadi pembawa keberuntungan maupun masalah secara sekaligus. Jika Anda selama ini menganggap media sosial hanya sebatas senang-senang, mulailah untuk berpikir dampak yang bisa terjadi pada diri Anda sendiri.

Sesekali, cobalah browsing nama Anda di internet dan lihatlah apa yang selama ini telah Anda bagikan pada publik melalui dunia maya. Di sana, Anda bisa melihat penampilan Anda di dunia digital, sehingga mulailah berpikir lebih jauh bagaimana jika aktivitas Anda yang tercatat di jejak digital menjadi boomerang yang justru efeknya kembali ke Anda sendiri.

Jika menurut Anda apa yang Anda bagikan dapat menimbulkan prespektif buruk, maka ada baiknya segera Anda perbaiki. Mulailah untuk membangun branding pribadi yang kuat di LinkedIn, sehingga dapat memudahkan Anda mencari pekerjaan.

Cara Membangun Branding Pribadi yang Kuat di LinkedIn

Jika Anda telah memahami langkah-langkah membangun branding pribadi secara umum, di bawah ini Anda akan mendapat arahan lebih lanjut. Ketika Anda mencari pekerjaan – atau bahkan menjadi perekrut di LinkedIn – Anda sudah sepatutnya memiliki personal branding yang kuat.

Anda harus bisa memberikan citra diri dengan nilai-nilai positif yang Anda miliki. Hal itu bertujuan agar orang-orang akan lebih mudah mengingat Anda, sehingga Anda justru tidak perlu lagi mencari, melainkan dicari. Berikut adalah cara membangun personal branding yang kuat di LinkedIn yang bisa Anda lakukan.

1. Lengkapi profil LinkedIn

Langkah paling awal yang harus Anda lakukan ketika membangun branding pribadi yang kuat di LinkedIn adalah memperkenalkan diri Anda dengan sebaik-baiknya. Untuk itu, lengkapi profil Anda secara maksimal sehingga akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai diri Anda. Ada baiknya Anda tambahkan foto profil, melengkapi data diri, hingga detailkan pengalaman kerja.

Jika Anda adalah pemula – dalam hal ini misalnya fresh graduate atau mahasiswa – Anda bisa melengkapi profil pelan-pelan, sembari mengikuti kegiatan yang dapat menunjang. Anda bisa menuliskan pengalaman magang, kerja paruh waktu, atau aktivitas lainnya yang dapat menaikkan citra positif tentang diri Anda.

2. Buat konten positif

Cobalah untuk rutin memublikasikan konten positif, terutama yang berkaitan dengan bisnis. Langkah itu bisa Anda lakukan untuk meningkatkan jangkauan di LinkedIn. Anda harus bisa tunjukkan bahwa konten yang Anda buat memiliki nilai lebih, sehingga orang akan tertarik mengunjungi akun LinkedIn Anda.

3.Membangun koneksi

Jika Anda adalah pemula dalam mencari pekerjaan atau membangun personal branding di LinkedIn, cobalah untuk membangun koneksi dengan para expert. Anda bisa konsultasi ringan dengan orang-orang profesional maupun perusahaan yang relevan dengan bidang pekerjaan yang Anda geluti. Buatlah diskusi ringan sembari Anda belajar lebih lanjut bagaimana membangun branding pribadi yang kuat di LinkedIn.

4. Manfaatkan fitur-fitur yang Ada

LinkedIn tidak hanya menawarkan lowongan pekerjaan, melainkan juga berbagai fitur menarik yang bisa Anda manfaatkan. Fitur-fitur tersebut tentu bisa Anda gunakan untuk membangun personal branding, di antaranya seperti reaction, carousel post, hingga live video. Mulailah untuk melakukan langkah kecil, seperti memberi reaksi pada postingan orang lain, bisa berupa komentar maupun stiker. Meskipun terbilang sederhana, memberi reaction secara rutin ternyata dapat meninggalkan kesan yang lebih.

5. Sertakan Website Personal

Seperti yang telah dijelaskan di atas, membuat website atau blog penting untuk menunjang Anda dalam membangun personal branding di LinkedIn. Anda bisa melampirkan situs web pada profil, tepatnya pada bagian bio. Ada banyak platform website yang bisa Anda pilih yang gampang digunakan, seperti wordpress atau blogger.

Mengenai isinya, cobalah untuk mendesainya dengan maksimal, sehingga dapat menyampaikan pesan branding pribadi di LinkedIn yang kuat. Bukan itu saja, ada baiknya Anda mengoptimalkan pencarian dengan teknik SEO. Selain itu, cobalah untuk mempromosikan web Anda melalui jaringan Anda, seperti media sosial, email, bahkan pesan siaran melalui aplikasi komunikasi.

Membangun branding pribadi di LinkedIn memang membutuhkan keseriusan lebih. Anda membutuhkan strategi yang tepat untuk menyampaikan citra positif tentang diri Anda. Semoga penjelasan di atas dapat membantu, sehingga dapat meningkatkan personal branding Anda. Selamat mencoba!

Also Read

Bagikan:

Leave a Comment