6 Tips Memilih Investasi Aman dan Mudah

6 Tips Memilih Investasi Aman dan Mudah

Mochamad Ikhwana

Tips memilih investasi yang aman, simpel dan legalitasnya terjamin itu penting, apalagi di saat berkembangnya teknologi saat ini.

Sekarang, Anda dapat berinvestasi hanya dengan ponsel dan internet. Namun, Anda juga perlu berhati-hati dalam berinvestasi, agar tidak terjadi penipuan atau investasi ilegal. Untuk itu, penting bagi investor untuk mengetahui tips investasi yang aman.

Sementara itu, ada banyak instrumen investasi yang bisa dipilih berdasarkan risiko dan keuntungan yang dihasilkan. Memulai investasi akan memberikan manfaat untuk pengelolaan keuangan jangka panjang.

Sebelum Anda mulai berinvestasi, Anda perlu mengetahui beberapa hal. Tips memilih investasi yang aman yaitu tidak mudah tergiur dengan keuntungan investasi yang terlalu besar. Ada berbagai kasus investasi ilegal yang merugikan pengguna. Anda harus memperhatikan bahwa tingkat keuntungan yang tinggi juga memiliki risiko yang tinggi.

Selain itu, Anda juga perlu melihat perusahaan atau orang yang menawarkan investasi. Untuk investasi yang aman sebaiknya Anda melihat terlebih dahulu izin investasi dari lembaga yang berwenang. Misalnya, lembaga yang diawasi oleh Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau BAPPEBTI dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Tips Memilih Investasi Yang Aman

Berikut beberapa tips memilih investasi yang aman bagi investor pemula:

1. Tujuan Investasi

Tips pertama sebelum Anda memulai berinvestasi, sebaiknya Anda membuat rencana dan tujuan yang jelas. Misalnya, Anda dapat memilih jangka waktu tertentu untuk berinvestasi. Jika ingin untung besar, pilihlah jenis investasi dalam jangka menengah dan panjang.

Anda bisa memilih tujuan dari investasi tersebut, misalnya untuk membeli rumah, membiayai pernikahan dan keperluan lainnya. Saya kutip dari Bukalapak.com, untuk pemula bisa memilih investasi jangka pendek 1-2 tahun. Pilihan instrumen investasi adalah logam mulia, reksa dana pasar uang, pendapatan tetap dan logam mulia.

Sedangkan untuk investasi jangka panjang, Anda bisa memilih investasi properti, saham, reksa dana campuran atau reksa dana saham. Kemudian Anda bisa mulai berinvestasi secara bertahap.

2. Pilih Jenis dan Produk Investasi

Setiap orang memiliki tujuan investasi yang berbeda-beda. Berdasarkan pengenalan profil investasi, Anda dapat memilih jenis dan produknya sesuai dengan kebutuhan. Anda perlu mengetahui profil risiko yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Misalnya, jika Anda memilih risiko sedang, Anda dapat memilih emas, reksa dana pasar uang, dan reksa dana pendapatan tetap. Tetapi jika Anda memilih profil berisiko tinggi, pilihlah saham, reksa dana campuran, atau reksa dana ekuitas.

3. Perhatikan Aspek Hukum

Sebelum membeli instrumen investasi, pastikan terlebih dahulu Anda memahami jenis dan produknya. Pastikan lembaga tersebut dapat menjual atau menawarkan produk yang telah menerima izin usaha. Karena legalitas dapat mempengaruhi produk investasi.

4. Kemampuan Mengelola Uang

Saat ini, investasi bisa dimulai dengan modal kecil. Generasi muda yang sudah memiliki pendapatan bisa mulai berinvestasi. Anda dapat membeli produk sesuai dengan kemampuan finansial Anda. Cobalah untuk mengatur keuangan Anda untuk kebutuhan, tabungan atau investasi. Pengelolaan keuangan dapat membantu mencapai tujuan investasi Anda.

5. Baca Ketentuan Produk Investasi

Tips memilih investasi yang aman selanjutnya adalah Anda perlu memahami hak, kewajiban, manfaat, biaya, dan risiko yang terkait dengan produk. Pahami juga regulator yang mengawasi perusahaan. Anda harus berhati-hati jika terjadi sesuatu di masa depan. Perlu juga diketahui regulator yang mengawasi perusahaan yang menjual dan menawarkan produk investasi.

Menurut ojk.go.id, penawaran produk komoditi berjangka harus memiliki izin yang terdaftar di BAPPEBTI dan Kementerian Perdagangan RI.

Sementara itu, penawaran produk pasar modal, produk perbankan atau perusahaan yang menawarkannya harus memiliki izin dari OJK.

6. Hubungi Pihak Berwenang

Jika Anda masih ragu dan bingung tentang penawaran investasi dengan keuntungan yang besar, sebaiknya hubungi pihak yang berwenang. Masyarakat dapat menghubungi lembaga kontak resmi seperti OJK, Kominfo dan Kementerian Perdagangan. Berikut kontak resminya:

Otoritas Jasa Keuangan (Telp: 1500-655)

WhatsApp OJK: (+62) 81-157-157-157)

Email: [email protected]

Kementerian Perdagangan (Telp: 021 3858 171)

Komite Koordinasi Penanaman Modal (Telp: 021 5252 008)

Kementerian Koperasi & Usaha Kecil dan Menengah (Telp: 021 520 436672)

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Telp: 021 3452 841).

Also Read

Bagikan:

Tags

Leave a Comment