Facebook Artificial Intelligence dan Penggunaannya

Kehadiran kecerdasan buatan tidak dapat terhindar lagi di kehidupan sehari-hari. Mulai dari pekerjaan hingga hiburan. Salah satunya adalah penggunaan media sosial. Termasuk Facebook artificial intelligence, sebuah perusahaan terkemuka di dunia.

Pencegahan Konflik dengan Facebook Artificial Intelligence

Dalam sebuah grup Facebook seringkali terdapat konflik maupun pertengkaran. Maka dari itu Facebook melakukan usaha pencegahan dengan memanfaatkan kecerdasan buatan. Dasarnya adalah karena percakapan di dalam media sosial sering lepas kendali daripada di dunia nyata.

Berangkat dari masalah tersebut, Facebook menguji kemampuan kecerdasan buatan agar dapat menemukan berbagai pertengkaran dan konflik dalam beberapa grup. Langkah berikutnya adalah membuat admin membantu dalam peredaman konflik dan pertengkaran tersebut.

Kecerdasan buatan tersebut dapat menentukan kapan harus melayangkan notifikasi pada pengelola grup tentang sebuah peringatan konflik. Pihak Facebook juga mengatakan peringatan itu akan dikirim pada pengelola grup saat terdapat perdebatan tidak baik di dalam grup tersebut.

Facebook Artificial Intelligence Berantas Berita Palsu

Pengguna Facebook bebas mengunggah dan membagikan teks, gambar, hingga video kepada publik. maka dari itu perusahaan memakai teknologi kecerdasan buatan untuk terus mengawasi berbagai konten yang terus beredar setiap harinya di platform mereka.

Menurut Berita Teknologi Techsbright, dengan adanya artificial intelligence, Facebook akan sangat terbantu untuk tiga bidang. Pertama yaitu mengenai deteksi proaktif layaknya pengembangan sehingga dapat terdeteksi adanya suatu pelanggaran tanpa perlu adanya laporan pengguna lain.

Kedua yaitu kecerdasan buatan akan memonitor konten secara luas dan mengambil tindakan pada konten yang melanggar kebijakan. Ketiga, tindakan identik pada konten membuat artificial intelligence akan memprioritaskan konten terpenting untuk segera dilakukan pengecekan.

Baca Juga :  Yuk Ketahui Makalah Artificial Intelligence!

Pemahaman Video Facebook Artificial Intelligence

Salah satu bentuk Facebook artificial intelligence ada di dalam sebuah proyek karya perusahaan satu ini. memiliki nama Learning From Video, kecerdasan buatan di dalamnya bertugas untuk memahami hingga mempelajari representasi visual, audio, dan tekstual di dalam sebuah video pengguna.

Learning From Video memiliki tujuan untuk mengembangkan sistem kecerdasan buatan mengenai rekomendasi konten hingga penegakan kebijakan tertentu. Meskipun masih dalam tahap awal, tapi proyek ini berhasil menuai klaim bahwa telah membuahkan hasil.

Sistem akan menampilkan hasil lebih baik jika terjadi kesalahan dalam pengenalan ucapan. Maka dari itu hadir fitur teks otomatis serta adanya kemudahan untuk mendeteksi kata-kata yang memiliki kemungkinan memicu suatu kebencian di dalam video.

Pencegahan Deteksi Wajah Facebook Artificial Intelligence

Sejak Maret 2019, Facebook secara resmi mematikan sistem pengenalan wajah. Langkah tersebut perusahaan ambil setelah menerima kritik mengenai privasi serta keamanan data. Maka dari itu sebagai gantinya, mereka menciptakan sebuah teknologi pencegah face recognition.

Tim artificial intelligence di dalam Facebook tengah menciptakan sebuah sistem baru untuk disidentifikasi wajah dari video. Dengan adanya teknologi ini, wajah seseorang akan terhindar dari pengenalan sistem. Tujuannya tentu untuk menjaga keamanan privasi pengguna.

Tapi ternyata, Facebook tidak menjadi satu-satunya pihak dengan teknologi ini. sebelumnya, startup asal Israel bernama D-ID sudah lebih dulu menciptakannya. Mereka menggunakan sistem tersebut untuk mencegah face recognition mengenali seseorang dari foto.

TextStyleBrush Facebook Artificial Intelligence

Facebook mengeluarkan sebuah proyek bernama TextStyleBrush dengan pengaruh dari kemampuan artificial intelligence. Proyek ini menjadi model pertama artificial intelligence swadaya dengan keahlian mampu mengganti teks di dalam gambar hanya melalui foto teks yang pengguna upload.

Baca Juga :  Hati-Hati Diblokir Oleh Facebook Karena Anda Tidak Mengaktifkan Fungsi Protect

Gambar yang kecerdasan buatan hasilkan mampu berkembang begitu pesatnya. Kemampuannya melakukan rekonstruksi sebuah adegan sejarah atau membuat foto berubah supaya bisa menjadi mirip dengan style Renoir atau Van Gogh.

Sebenarnya menciptakan sistem kecerdasan buatan dengan sifat fleksibel merupakan tantangan sulit. Namun Facebook dapat mendobrak masalah tersebut dengan menghadirkan sistem TextStyleBrush yang mampu mengumpulkan teks secara rapi.

Proyek Facebook Artificial Intelligence Terbesar

Pada tahun 2021, Facebook mengeluarkan sebuah proyek dengan pimpinan artificial intelligence. Proyek dengan nama Ego4D ini memiliki tujuan untuk melakukan analisis kehidupan seseorang hanya melalui video. Mereka mampu merekam apapun untuk menyelesaikan tugas keseharian.

Pihak Facebook mengklaim bahwa proyek ini lebih condong ke penelitian daripada pengembangan komersial. Tapi perusahaan tentu melihat fungsi ini sebagai harapan masa depan komputasi AR atau augmented reality. Jadi tentunya peran artificial intelligence sangat penting di sini.

Terdapat kekhawatiran apabila kacamata AR tersebut digunakan pemakai untuk merakam sesuatu secara diam-diam. Ada dua komponen dari penelitian ini, yaitu adanya berbagai data terbuka video egosentris serta tolok ukur tertentu yang Facebook anggap dapat terselesaikan oleh sistem.

Alasan Facebook Menggunakan Artificial Intelligence

Facebook merupakan jejaring sosial dengan kantor pusat di Amerika Serikat. Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, terus mengembangkan berbagai proyek dengan memanfaatkan artificial intelligence. Beberapa tujuan mereka dalam penggunaan kecerdasan buatan adalah sebagai berikut

1.      Amankan Facebook

Setiap bulannya, terdapat dua miliar lebih pengguna Facebook. Maka dari itu pihak perusahaan tidak dapat memeriksa setiap kiriman yang ada. Tentu saja di sini peran kecerdasan buatan menjadi solusi paling baik untuk menjaga keamanan media sosial satu ini.

Di tahun 2011 sebenarnya Facebook sudah berhasil melakukan otomatisasi dengan perangkat lunak Photo DNA. Tujuannya untuk melakukan deteksi konten seperti ponografi dengan anak bawah umur yang terlibat. Algoritma Facebook semakin meningkat demi menandai gambar tak senonoh.

Baca Juga :  Peradilan Pidana Kecerdasan Buatan, Sebuah Teknologi

2.      Adanya Bullying

Manfaat lain dari penggunaan artificial intelligence bagi Facebook adalah sistem pendeteksi bullying. Mereka terus melakukan berbagai percobaan dengan perangkat lunak khusus menghasilkan sebuah konten penghinaan. Di dalam prosesnya, berbagai konten bullying bisa teratasi lebih baik

Namun terdapat sebuah tantangan besar bagi Facebook, yaitu mengenai bahasa. Teknologi Facebook seringkali menguji teks dari internet. Maka dari itu sistemnya berfungsi baik apabila bahasa Inggris. Masalahnya adalah data menunjukkan separuh lebih pengguna Facebook tidak berbahasa inggis.

3.      Hate Speech

Seorang peneliti PBB mengatakan bahwa layanan Facebook memiliki peran penting dalam penyebaran hate speech dalam peristiwa genosida Myanmar. Bahkan dari pihak Facebook sendiri mengaku masih merasa sulit untuk mengenali konten dengan bahasa Burma.

Maka dari itu, Facebook mengerjakan sebuah proyek dengan nama MUSE agar dapat melakukan deteksi bahasa lain melalui sebuah bahasa saja. Artinya adalah Facebook terus memanfaatkan kecerdasan buatan untuk deteksi konten yang menggunakan berbagai bahasa.

4.      Memetakan Populasi

Facebook meluncur pertama kali pada Februari 2004 dan pada tahun 2016 pertama kali merancang peta untuk 22 negara. Meskipun awalnya hanya mencakup sebagian besar dari benua Afrika, hingga saat ini sudah semakin luas dan berisi hampir semua populasi dunia.

Pengerjaan pembuatan peta ini tentu menantang dan lumayan sulit untuk dilakukan. Maka dari itu pembuatannya cocok apabila berada di tangan ahli kecerdasan buatan. Insinyur di Facebook memakai data proyek dari peta sumber terbuka untuk pelatihan sistem komputer.

Nah itu dia beberapa penjelasan dan informasi terkait Facebook artificial intelligence serta penggunaannya. Kini, manfaat adanya kecerdasan buatan sangat terasa apalagi hampir seluruh perusahaan besar di Indonesia maupun dunia memanfaatkannya demi memberi layanan terbaik.

Leave a Comment