Simak, Inilah Perkembangan Artificial Intelligence di Indonesia

Kecerdasan buatan sudah sejak zaman dahulu mulai dikembangkan oleh para ilmuwan. Hingga saat ini, keberadaannya semakin merambat ke berbagai sektor termasuk di Indonesia. Namun, bagaimana sebenarnya perkembangan artificial intelligence di Indonesia?

Sejarah Singkat Artificial Intelligence

Perkembangan artificial intelligence secara nyata baru terlaksana pada abad 20 meskipun sudah terkenal sejak tahun-tahun sebelumnya. Tahun 1956, seorang ilmuwan di bidang komputer bernama John McCarthy menjelaskan teori mengenai kecerdasan buatan yang memiliki perilaku.

Perilaku yang McCarthy maksud adalah seperti halnya perilaku manusia. Ia menciptakan sebuah bahasa pemrograman dengan tingkat tinggi bernama LISP. Kini, LISP terus digunakan di sebagian besar mesin dengan basis artificial intelligence.

Kecerdasan buatan sempat melambat berkembang dan kembali pesat kembali sekitar tahun 1980 dengan hadirnya DEC atau Digital Equipment Corporation. Di dalamnya terdapat sistem R1 dengan fungsi melakukan konfigurasi pada sistem komputer baru.

Keadaan Artificial Intelligence Saat Ini

Computing power dan big data menjadi dua hal krusial dalam perkembangan kecerdasan buatan. Sesuai tujuannya yaitu memiliki kemampuan seperti manusia, artificial intelligence memerlukan data sangat besar dengan jumlah tidak sedikit.

Ada dua kategori dalam teknologi kecerdasan buatan. Pertama data visual untuk menganalisa objek foto maupun video, dan yang kedua adalah data non gambar. Kategori kedua ini berguna untuk membalas percakapan untuk menciptakan suatu prediksi pikiran manusia tentang sebuah kejadian.

Kondisi kecerdasan buatan saat ini juga sangat dipengaruhi oleh era digital serta IoT atau Internet of Things. Dengan kehadiran keduanya, artificial intelligence mampu menangkap data dari mana saja dan menyajikannya bahkan dalam bentuk real time.

Baca Juga :  ECOVACS ROBOTICS Merilis Robot Canggih Berfungsi Untuk Membantu Membersihkan Rumah

Bagaimana Perkembangan Artificial Intelligence di Indonesia?

Pengguna internet yang semakin meningkat membuat perkembangan kecerdasan buatan semakin pesat. Di Indonesia sendiri terdapat 70% lebih populasi yang menjadi pengguna internet pada tahun 2020. Inilah mengapa di negara ini kecerdasan buatan dengan cepatnya berkembang.

Kemampuan kecerdasan buatan untuk dapat mengolah data dengan jumlah besar tentu membutuhkan kapasitas yang mumpuni. Dengan adanya Cloud Computing, penggunaan artificial intelligence sudah tidak menjadi barang mahal yang sulit terjangkau lagi.

Sudah banyak sekali perusahaan dan startup di Indonesia yang menggunakan artificial intelligence di dalamnya. Hal tersebut dapat terjadi karena mudahnya jangkauan aspek sesuai dengan kebutuhan berjalannya kecerdasan buatan. Maka dari itu Indonesia dapat mengadopsi dengan mudah.

Implementasi Kecerdasan Buatan di Indonesia

Meskipun berawal dari seorang ahli komputer di tempat yang jauh dari Indonesia, namun saat ini manfaatnya terasa sampai sini. Berbagai sektor mulai menerapkan dan menggunakan artificial intelligence dalam pelaksanaannya. Beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

1.      Snapcart

Startup Indonesia satu ini berdiri pada tahun 2015. Snapcart adalah sebuah aplikasi dengan layanan pemberian cashback untuk para pembeli. Dalam pelaksanaannya, pembeli cukup memindai struk maupun kuitansi yang mereka miliki ke dalam aplikasi. Sejurus kemudian, mereka akan mendapat cashback.

Meskipun bagi segelintir orang hal ini terlihat sangat remeh, namun perusahaan menjadikan kegiatan ini sebagai pengumpul data yang akan mereka tawarkan kepada perusahaan besar pencipta produk di pasaran seperti Nestle, P&G, Unilever, Johnson & Johnson, dan masih banyak lagi.

2.      Kata.ai

Berdiri di tahun yang sama dengan Snapcart, Kata.ai juga merupakan startup. Namun, startup satu ini menjadi sebuah platform percakapan kecerdasan buatan nomor satu se-Indonesia. Di dalamnya, pengguna dapat dengan mudah menciptakan bot mereka.

Baca Juga :  Kecerdasan Buatan dalam Manajemen Konstruksi dan Industri Sipil

Berawal dari pengembangan chatbot, kini Kata.ai juga memiliki fitur chatbox bersama Customer Service, kampanye pemasaran, pengelolaan percakapan, sampai mengembangkan asisten virtual dengan basis audio. Adanya startup ini meningkatkan efisiensi, inklusi, dan produktivitas perusahaan.

3.      BJTech

BJTech merupakan sebuah platform untuk mempermudah komunikasi penjual dengan sang pembeli. Berdiri pada tahun 2015, perusahaan ini meluncurkan produk pertama mereka berupa teman virtual serta aplikasi perbankan berkualitas. Maka dari itu penjual tidak perlu kesusahan membalas chat.

Ada layanan lain yang BJTech sediakan untuk penggunanya, yaitu adanya mini website. Gunanya adalah untuk memberi wadah penjual dalam menampilkan produk mereka. Layanan ini akan mempermudah pembeli melihat produk dengan detail tanpa perlu keluar layar percakapan.

4.      Sonar

Menjadi startup dari Telkom Indonesia, Sonar lahir lewat sebuah program bernama Inkubator Indigo Creative Nation. Di bawah naungan Amien Krisna sebagai pendiri, Sonar berhasil sukses, populer, dan mendapat banyak pengakuan dari berbagai pihak karena layanan yang mereka miliki.

Layanan Sonar dapat membuat perusahaan lebih mudah dalam pengelolaan bisnis, mengukur tingkat sentimen konsumen, serta memantau berjalannya sosial media. Selain itu, perusahaan juga dapat memiliki riset hasil pasar dalam waktu singkat secara otonom.

5.      Nodeflux

Bergerak dalam bidang artificial intelligence dan video analitik, Nodeflux berdiri pada tahun 2016. Selain mendapat dukungan dari Telkom Indonesia, perusahaan dengan machine learning serta deep learning sebagai metodenya ini juga memperoleh suntikan dana dari East Venture.

Layanan dari Nodeflux adalah analitik video dengan fungsi memantau aktivitas kamera CCTV. Selain itu, perusahaan dengan jalinan mitra dengan NVIDIA tersebut juga menawarkan layanan untuk mengenali wajah yang terhubung dengan berbagai data penting seperti plat nomor kendaraan.

Baca Juga :  Yuk, Ulas Beberapa Pertanyaan Tentang Artificial Intelligence!

6.      Smart Speaker

Salah satu adanya perkembangan kecerdasan buatan yang pesat di Indonesia adalah dengan hadirnya Smart Speaker Widya Wicara. Merupakan anak dari UMG Idealab, perusahaan ini mengeluarkan Smart Speaker hasil gabungan teknologi kecerdasan buatan dengan NLP.

Maka dari itu Widya sudah secanggih Siri karena mampu memberi semua respon pada perintah dalam bahasa Indonesia. Contohnya adalah untuk mengatur waktu ibadah, memprediksi cuaca, berperan seperti dokter virtual, serta masih banyak lagi kelebihan dari Widya itu sendiri.

7.      AiCi

Perkembangan artificial intelligence di Indonesia juga membuat UMG Idealab meluncurkan pusat pelatihan untuk pengembangan artificial intelligence. Caranya adalah dengan melakukan pembangunan Artificial Intelligence Center Indonesia atau biasa disingkat dengan AiCi.

AiCi menjadi salah satu wadah untuk pembelajaran maupun penelitian mengenai program kecerdasan buatan serta sains terapan. Adanya program ini merupakan bentuk kerjasama dari UMG Idealab dengan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia.

8.      Pendidikan

Kecerdasan buatan yang terus berkembang sudah memasuki bidang pendidikan di Indonesia meskipun jumlahnya belum banyak. Sebuah platform untuk belajar online dengan nama zenius telah menerapkan konsep artificial intelligence bagi para penggunanya yang merupakan pelajar.

Zenius mempunyai sistem pembelajaran dengan nama sebutan ZenCore. Tujuannya adalah untuk menambah berbagai pengetahuan umum dalam materi matematika, bahasa inggris, serta logika vebal para penggunanya. komponen utama dari sistem ini adalah CorePractice dan CoreInsight.

Nah, itu dia sekilas informasi dari techsbright.com mengenai perkembangan artificial intelligence di Indonesia. Dengan berkembangnya teknologi, tak heran jika negara ini turut menjadi negara dengan penggunaan kecerdasan buatan di berbagai sektor kehidupan masyarakat.

Leave a Comment