bagian-bagian motor listrik

Bagian-Bagian Motor Listrik, Fungsi, dan Tips Merawatnya

Mochamad Ikhwana

Masyarakat semakin meminati sepeda motor listrik (motor listrik). Apalagi, Pemerintah melalui Kementerian ESDM menargetkan enam juta motor listrik pada 2025. Bagian-bagian motor listrik adalah hal yang harus Anda pahami sebelum ikut membelinya.

Ke depan, motor listrik bisa menjadi alat transportasi pilihan di dalam kota, apalagi jika harga BBM tetap tinggi. Selain lebih efisien, motor listrik lebih ramah lingkungan, tidak menimbulkan kebisingan dan bertenaga. Simak cara kerja, bagian utama, dan tips merawatnya, yuk!

Cara Kerja Motor Listrik

Cara kerja sepeda motor listrik (motor listrik) adalah sama dengan cara kerja sepeda motor konvensional yang bertenaga bensin. Sebuah mesin harus mendorong kendaraan dan mesin tersebut membutuhkan bahan bakar agar bertenaga.

Perbedaan utamanya terletak pada bahan bakar yang kendaraan gunakan. Motor konvensional menggunakan bensin, sedangkan motor listrik menggunakan baterai atau fuel cell. Cara pengisian daya pada motor listrik cukup di-charged seperti nge-charge baterai biasa.

Bagian-Bagian Motor Listrik yang Spesifik

Apakah ada bagian-bagian motor listrik yang spesifik dan unik? Menurut beberapa sumber, bagian-bagian motor listrik pada umumnya sama dengan dengan sepeda motor konvensional. Tiga bagian utama yang spesifik adalah baterai, motor, dan kontroler.

1. Baterai

Pada sepeda motor listrik, baterai adalah tempat menyimpan listrik. Fungsi baterai di sini mirip dengan tangki bensin pada sepeda motor konvensional. Tidak mengherankan jika baterai menjadi bagian yang penting pada sepeda motor listrik.

Ada beberapa jenis baterai yang sepeda motor listrik gunakan, antara lain lithium, lithium ion, lithium phosphate, lithium ion phosphate, lead acid, dan nickel metal hydride.

Kapasitas baterai motor listrik sebenarnya bisa pengguna pesan sesuai keinginannya. Namun, motor-motor listrik yang ada di pasaran saat ini pada umumnya memiliki kapasitas 10 Ampere sampai 20 Ampere.

Seperti yang Wikipedia Indonesia lansir, bahwa sebagian besar sepeda motor listrik yang ada saat ini dapat menempuh kisaran 40 (65 km) sampai 100 mil (160 km) untuk sekali isi ulang baterai. Sementara itu, Anda butuh waktu dua sampai tiga jam untuk sekali isi ulang. Lama, bukan?

2. Motor Penggerak atau Dinamo

Motor penggerak atau dinamo adalah komponen (bagian) yang paling utama pada sepeda motor listrik. Bagian ini menjadi penggerak utama bagi sepeda motor listrik. Jadi, komponen ini memiliki fungsi untuk menghasilkan gerakan putaran tenaga untuk mendorong sepeda.

Bentuk dinamo bermacam-macam dan dapat Anda aplikasikan dengan berbagai cara. Ada dinamo yang langsung menjadi penggerak pada ban depan atau belakang. Ada juga dinamo yang menjadi penggerak tengah sehingga terlihat indah seperti motor konvensional.

Tegangan pada dinamo sepeda motor listrik sangat beragam mulai 60 volt hingga 72 volt dengan daya 1 kilowatt sampai dengan 3 kilo watt.

Jenis dinamo untuk sepeda motor listrik secara umum ada 2 jenis yaitu brush DC (direct current) dan BLDC (brushless direct current). Namun, motor listrik kebanyakan sudah menggunakan BLDC.

3. Controller

Controller adalah bagian yang berfungsi sebagai sebagai power drive unit, yaitu untuk menaikkan atau menurunkan kecepatan sepeda motor listrik. Agar bisa menjalan fungsi ini, controller harus mendapatkan input dari throttle.

Ada controller yang berfungsi seperti ECU (engine control unit), yaitu sebagai sistem pengatur dan pengontrol pada mesin kendaraan. Dalam hal ini, controller mengatur arus listrik yang baterai serap untuk digunakan sebagai tenaga penggerak.

Beberapa fitur lain pada sepeda motor listrik yang bisa diatur melalui controller, antara lain alarm, cek error motor, dan cruise control. Tipe controller juga disesuaikan dengan model motor penggerak listrik yang dipakai dan besarnya daya yang ingin dihasilkan.

Seperti sepeda motor konvensional, sepeda motor listrik pun membutuhkan perawatan. Melengkapi informasi tentang bagian-bagian motor listrik, berikut ini ulasan mengenai tips merawat sepeda motor listrik agar awet dan berfungsi maksimal.

Tips Merawat Bagian-Bagian Motor Listrik

Sepeda motor listrik adalah rangkaian utuh dari komponen-komponennya. Jadi, perawatan bagian-bagian motor listrik termasuk dalam perawatan motor listrik itu sendiri. Beberapa tips perawatan sepeda motor listrik  dari Techsbright di bawah ini bisa Anda praktikkan, lho.

1.     Hindari Berkendara di Daerah Banjir

Sepeda motor listrik ini sebetulnya dapat orang-orang pakai untuk melewati jalan yang tergenang air atau bisa orang cuci asalkan dinamonya tidak tergenang air. Namun, alangkah baiknya jika Anda menghindari area genangan air ketika naik sepeda motor listrik.

Jika terpaksa melewati genangan air, pastikan genangan itu tidak mengenai soket pengisian daya. Soket tersebut berada di antara kaki pengendara atau di area dek tengah, ya.

Jika genangan tersebut tampak bisa merendam motor, sebaiknya Anda mencari jalan alternatif. Dengan demikian, air yang masuk ke dalam motor tidak merusak bagian mesin yang penting. Motor listrik pun tidak perlu dibawa ke bengkel.

2.     Tidak Memakai Kompresor untuk Mencuci Motor Listrik

Menghindari mencuci motor dengan tekanan tinggi seperti menggunakan kompresor bertujuan agar air tidak masuk ke bagian dalam motor.

Motor listrik dilengkapi dengan kisi-kisi udara di bagian kolong bodi motor. Air yang masuk ke dalam kisi-kisi bisa merusak sistem kelistrikan pada motor. Untuk itu, Anda sebaiknya menggunakan lap pencuci seperti kanebo untuk membersihkan motor listrik.

3.     Mencabut Baterai Ketika Motor Listrik Tidak Anda Gunakan

Baterai yang tertanam ketika motor tidak Anda gunakan bisa mengalami self discharge. Meskipun dalam keadaan mati, listrik pada motor tetap terpakai, terutama jika Anda menyetel alarm.

Jadi, mengisi daya baterai hingga penuh dan mencabutnya ketika motor tidak Anda gunakan adalah salah satu cara untuk menjaga motor listrik tetap awet. Selain itu, Anda tidak perlu khawatir motor macet di tengah perjalanan karena baterai telah berkurang.

4.     Mengganti Vanbelt secara Rutin

Van belt adalah bagian motor listrik yang berfungsi menyalurkan daya dari mesin ke sistem penggerak. Anda sebaiknya mengganti van belt motor listrik setiap menempuh jarak 3.000 km walaupun tarikan motor masih terasa nyaman.

Dengan menggantinya tetap waktu, van belt tidak putus di tengah jalan. Anda bisa melakukan penggantian van belt di bengkel yang biasa menangani motor listrik.

5.     Memeriksa Sistem Pengereman

Memeriksa sistem pengereman sangat penting pengguna lakukan untuk menjamin keselamatan saat berkendara. Anda juga sebaiknya mengecek bagian kampas rem roda depan maupun belakang setiap dua atau tiga bulan sekali.

Jika Anda merasa pengereman motor listrik sudah tidak nyaman ketika Anda operasikan,, segera lakukan penggantian ke bengkel resmi. Demi keselamatan diri dan ketangguhan motor, Anda sebaiknya tidak mengabaikan hal ini.

Beberapa tips perawatan sepeda motor listrik yang tersaji di atas sekilas mirip dengan perawatan motor biasa dan mudah pengguna lakukan. Namun, dengan informasi cara kerja dan bagian-bagian yang spesifik, Anda diharapkan tidak akan menyepelekan perawatannya.

Informasi mengenai bagian-bagian motor listrik adalah informasi yang perlu Anda ketahui agar  Anda bisa menjalankan dan merawatnya dengan baik. Anda bisa mempelajari bagian-bagian lainnya secara lengkap dengan mengakses situs tentang otomotif.

Also Read

Bagikan:

Leave a Comment