Pengertian Artificial Intelligence, Kecerdasan Buatan

Saat menonton film fiksi, seringkali dalam adegannya memunculkan robot dengan kecerdasan seperti manusia. Kecerdasan itulah yang disebut dengan kecerdasan buatan. Namun, apa, sih, pengertian artificial intelligence itu?

Pengertian Artificial Intelligence

Robot di dalam film fiksi tersebut berwujud seperti manusia dan bertingkah laku seperti manusia juga. Ntah itu makan, berbicara, menyapu, hingga berbagai kegiatan lainnya. Mereka bahkan bisa menerima perintah dari orang lain tanpa melakukan kesalahan, lho.

Dalam Standford Computer Science mengatakan bahwa Artificial intelligence atau AI merupakan ilmu dan rekayasa pembuatan mesin cerdas yang melibatkan mekanisme untuk melakukan suatu tugas menggunakan komputer.

Sebenarnya artificial intelligence tidak bisa masuk ke dalam kriteria teknologi. Namun meski begitu pada titik tertentu kecerdasan buatan dapat berupa serangkaian teknologi yang akan datang di masa depan, utamanya pada manifestasi menjelang siklus akhir bisnis.

Pengertian Artificial Intelligence Menurut Para Ahli

Banyak ahli menyatakan definisi dari kecerdasan buatan. Salah satunya adalah Rich dan Knight. Mereka menyatakan bahwa kecerdasan buatan adalah ilmu mempelajari bagaimana membuat komputer yang bisa mengerjakan sesuatu lebih baik dari manusia.

Rolston menjelaskan bahwa kecerdasan buatan menjadi solusi berbasis komputer terhadap masalah yang ada, yang memakai aplikasi menyerupai dengan proses berpikir manusia. Jadi tak heran jika robot dapat melakukan berbagai hal seperti manusia.

Sedangkan, menurut Setiawan, kecerdasan buatan bisa didefinisikan sebagai cabang ilmu komputer yang mempelajari otomatisasi tingkah laku cerdas. Inti dari ketiga ahli tersebut adalah mengenai arti kecerdasan buatan itu sendiri.

Baca Juga :  Facebook Artificial Intelligence dan Penggunaannya

Perspektif Tentang Artificial Intelligence

Berbagai perspektif turut berusaha menjelaskan mengenai apa itu kecerdasan buatan. Menurut perspektif kecerdasan, artificial intelligence adalah bagaimana membuat mesin cerdas dan mampu melakukan berbagai hal yang sebelumnya hanya bisa dilakukan oleh manusia.

Sedangkan, menurut perspektif bisnis, artificial intelligence merupakan sebuah alat bantu dengan daya guna tinggi. Metodologi yang menggunakan berbagai alat bantu tersebut dapat menyelesaikan beragam masalah dalam bisnis.

Dalam perspektif pemrograman, artificial intelligence meliputi studi mengenai pemrograman simbolik, pemecahan masalah, dan proses pencarian. Sementara itu, perspektif penelitian menjelaskan mengenai saat dimulainya kecerdasan buatan ketika membuat teori permainan catur di tahun 1960.

Teori Artificial Intelligence

Setelah menyimak beberapa penjelasan mengenai artificial intelligence, tentu akan terpikir mengenai kecerdasan buatan itu sendiri. Apakah hanya sebutan tanpa kemampuan? Nah maka dari itu berikut ini beberapa kategori artificial intelligence:

1. Acting Humanly (Uji Turing)

Pendekatan uji Turing ini ditemukan oleh Alan Turing pada tahun 1950 dan bertujuan untuk menemukan definisi operasional dari kecerdasan. Uji tersebut Alan lakukan dengan menggunakan komputer yang akan manusia jalankan melalui teletype.

Komputer tersebut memiliki kemampuan beragam. Antara lain natural language processing, knowledge representation, automated reasoning, dan maching learning. Uji Turing ini mencegah interaksi secara langsung antara orang yang menjalankan komputer dengan narasumber.

2. Thinking Humanly (Pendekatan Model Kognitif)

Thinking humanly, atau pendekatan model kognitif, menjelaskan mengenai cara menyatakan kemampuan program dalam berpikir seperti manusia. Cara pertama yaitu melalui introspeksi, yaitu mencoba menangkap pikiran diri sendiri ketika berpikir.

Namun seorang psikolog barat menanyakan hal tersebut. Bagaimana bisa seseorang sadar ketika mereka sedang sadar karena ketika sadar ternyata pemikiran itu sudah lewat. Selain itu terdapat pula cara kedua, yaitu melalui beberapa eksperimen psikologi.

Baca Juga :  Hubungan Artificial Intelligence dengan Cybersecurity

3. Thinking Rationally (The Laws of Thought Approach)

Seringkali memiliki nama lain sebagai the laws of thought approach, pendekatan ini memiliki dua masalah. Masalah pertama yaitu tidak mudahnya membuat pengetahuan informal dan menjelaskannya di dalam formuil term yang notasi logika perlukan.

Masalah kedua yaitu adanya perbedaan besar antara memecahkan masalah dalam prinsip dan memecahkannya dalam praktik. Meski begitu, dua masalah tersebut terpakai untuk usaha di sistem penalaran komputasional. Teori ini pun berusaha menjelaskan tentang pengertian artificial intelligence

4. Acting Rationally (The Rational Agent Approach)

The rational agent approach atau acting rationally berisi tentang pembuatan inferensi yang benar terkadang menjadi bagian dari rational agent. Hal ini karena cara melakukan aksi rasional adalah menalar secara logika untuk menarik kesimpulan bahwa aksi tersebut akan mencapai tujuan.

Dalam sebuah buku terdapat penjelasan mengenai pendekatan rational agent ini. di dalamnya akan terbatas mengenai bahasan pada berbagai teknik rasional pada kecerdasan buatan. Adapun aksi maupun pikiran manusia yang di luar rasio belum dapat ditirukan oleh komputer.

Peranan Artificial Intelligence

Kecerdasan buatan mencakup sangat banyak hal di kehidupan manusia. Beberapa di antaranya adalah mengenai pengendalian, perencanaan, pengenalan tulisan, wajah, hingga suara. Selain itu artificial intelligence juga bermanfaat di berbagai bidang pengetahuan seperti sistem komputer.

Dengan adanya artificial intelligence, banyak sekali keuntungan yang manusia bisa dapatkan. Kecerdasan buatan ini akan membantu pekerjaan sehingga meringankan pekerjaan manusia, termasuk pada kegiatan sehari-hari.

Menurut Techsbright, salah satu peranan artificial intelligence pada keseharian manusia adalah teknologi mobil pintar. Produk tersebut dapat meringankan aktivitas menyetir manusia dengan mengedepankan beberapa sensor. Keuntungannya adalah mobil dapat berjalan secara autopilot, atau mengemudi otomatis.

Baca Juga :  Apa, Kelebihan dan Kekurangan Artificial Intelligence?

Tantangan Artificial Intelligence di Sektor Industri

Dari segala macam definisi mengenai kecerdasan buatan, di era industri 4.0 ini banyak perusahaan ingin mengadopsi platform artificial intelligence ke dalam proses bisnis mereka. Segala macam integrasi di dalam kecerdasan buatan dapat membantu permasalahan bisnis yang ada.

Namun pada kenyataannya teknologi kecerdasan buatan masih terlalu kompleks dan belum matang untuk bergabung ke dalam bisnis. Selain itu, mekanisme algoritma mendasar tidak hanya di titik beratkan pada aspek engineering saja, tapi juga perlu aspek sains.

Bukan hanya itu, menggunakan IT untuk mengubah perusahaan tradisional menjadi perusahaan yang mengadopsi tren teknologi 4.0 membutuhkan usaha lebih. Maka dari itu dengan memanfaatkan AI beberapa permasalahan dalam bisnis tidak dapat diselesaikan begitu saja.

Tantangan Artificial Intelligence di Sektor Pemerintah

Saat ini, industri 4.0 dapat membantu pemerintah dalam peningkatan perekonomian. Sektor ekonomi akan bersifat lebih fleksibel, terbuka, berbasis keterampilan maupun pengetahuan, dan meningkatkan efisiensi serta efektivitas. Selain itu tentu saja masih banyak keuntungan lainnya.

Individu, komunitas, maupun corporation yang berkepentingan akan menggunakan tren kecerdasan buatan untuk mencari otonom lebih besar. Contohnya adalah teknologi blockchain dapat mendorong adanya pendekatan baru untuk keuangan pribadi maupun perbankan.

Apabila pemerintah terlalu lambat untuk mengadopsi teknologi baru di era industri ini, mereka terancam gagal. Kegagalan tersebut ada pada layanan yang diperlukan demi menjaga stabilitas layanan public hingga dapat menurunkan reputasi pemerintah.

Nah, itu dia beberapa pengertian artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Dari berbagai definisi di atas, terdapat harapan kecerdasan buatan mampu menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan manusia. Jadi, apakah sudah siap untuk mencoba teknologi ini?

Leave a Comment